- help me... suparlan
- menaikkan frame rate gam... secxentz_all
- [web based]DemoKrezy game... chonang_co
- [Web Text Based Game] Tra... silverster
- [web based]DemoKrezy game... chonang_co
- Game PC paling berkesan m... Anything but Ordinary
Berita Lain
-
Selasa, 06/01/2009 17:14 WIB
Frustrasi Nge-game, Seorang Remaja Ancam Bunuh Diri -
Selasa, 06/01/2009 11:24 WIB
Steve Jobs Akui Diserang Penyakit -
Selasa, 06/01/2009 06:36 WIB
YouTube Gagal, Israel Cari Akal -
Senin, 05/01/2009 17:20 WIB
SBY: Pejabat Jangan Boros Pakai Telepon -
Senin, 05/01/2009 14:52 WIB
Israel Tuai Serangan Balasan di Dunia Maya -
Senin, 05/01/2009 11:24 WIB
Undangan Gratis Chat Tiga Dimensi
Indeks Berita
Jumat, 14/11/2008 12:27 WIB
Geliat Open Source Dinilai Masih Lambat
Ardhi Suryadhi - detikinet

Ilustrasi (Ist.)
Engkos Koswara, Staff Ahli Menteri Bidang IT Kementerian Riset dan Teknologi mengatakan, penggunaan Open Source paling besar masih dipegang kalangan akademik, yakni mahasiswa dan pihak kampus. Sementara lembaga pemerintah masih sangat sedikit yang bermigrasi.
"Tapi Ristek sudah 100 persen legal dan 90 persennya pakai Open Source. Sementara departemen lain masih bertahap, mereka kesulitan migrasi karena kekurangan SDM," ujarnya.
Selain itu salah satu alasan yang paling mendasar, lanjutnya, adalah karena sulitnya untuk mengubah kebiasaan pengguna komputer di Indonesia untuk bermigrasi menjajal software Open Source. Mungkin karena sejak pertama kali mengenal komputer mereka hanya tahu produk proprietary.
Maka dari itu, pemerintah pun kini terus berupaya untuk menggalakkan Open Source di masyarakat dan institusi pendidikan. Mulai dengan pembuatan buku-buku panduan Open Source untuk tingkat sekolah atas hingga sekolah dasar serta sosialisasi Open Source agar lebih merakyat.
Di kalangan kampus, pemerintah juga telah membuat Pusat Pendayagunaan Open Source. Nah, dari tempat ini para dosen diharapkan dapat membimbing anak didiknya untuk menciptakan software. "Selanjutnya software-software tersebut disimpan di repository dan bisa disharing. Ini akan berdampak besar sekali," tukas Engkos.
Hal itu bertujuan agar para tunas bangsa ini mempunyai pengetahuan mengenai apa itu software proprietary dan Open Source. Bukan hanya diajarkan untuk satu produk tertentu.
Meskipun dampak Open source dikatakan Engkos juga masih perlu diukur. Tetapi setidaknya, keterbukaan teknologi yang diusungnya dapat memacu kreativitas dan kemajuan para pengembang software.
"Developer untuk membuat software tak perlu lagi dari awal, karena source code-nya dibuka dan transparan. Jadi pengembangannya tinggal diteruskan," sambungnya. ( ash / fyk )
Komentar terkini (3 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Informasi :
-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com
