- PSP Lounge... deniX
- Final Fantasy... effenberg
- [DOTA] Item Chart 6.50... Equil
- penggemar DoTA ngumpul lg... is5
- Pro Evolution Soccer... placebo
- Official DOta Allstars Do... tsifutokai
Berita Lain
Indeks Berita
Jumat, 09/05/2008 10:40 WIB
Berbuah Sengketa
Ibu Mata Duitan Lelang Anak di Internet
Fransiska Ari Wahyu - detikinet

Belanda - Malangnya nasib anak yang satu ini. Setelah dilelang di internet, kini hak asuhnya menjadi bahan persengketaan di pengadilan.
Adalah Dona (3), anak dari seorang wanita Belgia dan Bart Philtjens, yang juga berkebangsaan Belgia. Ayah dan ibu Dona telah berpisah. Sang ayah, Bart, telah memiliki istri yang divonis tak bisa punya anak.
Bart yang selama ini hanya mendapat sedikir kesempatan untuk bertemu sang putri sangat mendambakan Dona untuk bisa bersama dia dan istrinya. Sampai akhirnya sang ibu melakukan penawaran. Singkat kata, Dona dijual ke sang Ayah.
Setelah tawar menawar, akhirnya sang ibu setuju menyerahkan Dona yang saat itu masih bayi dan ditukar dengan uang sebesar USD 15.300 atau sekitar Rp 140 juta. Setelah proses pembayaran selesai, sang ibu mengingkari kesepakatan itu.
Bukannya diserahkan ke Bart, namun, ibu 'mata duitan' ini kembali melelang anaknya di internet dengan harapan mendapatkan uang yang lebih banyak lagi. Akhirnya, Dona 'dijual' kepada sepasang suami-istri di Belanda. Dari sinilah persengketaan perebutan hak asuh anak dimulai.
Seperti dikutip detikINET dari AFP, Jumat (9/5/2008), Bart menginginkan hak asuh atas anaknya. Pengadilan Belgia telah memutuskan Dona yang sudah berumur 2 3 tahun itu harus dikembalikan ke Belgia. Namun, putusan pengadilan Belanda berbicara lain, menurut pengadilan ini Dona adalah anak kecil yang butuh perlindungan untuk tumbuh sewajarnya. Dona yang kini berusia tiga tahun harus tetap tinggal bersama orang tua angkatnya di Belanda.
"Bagi Dona, relasi terpenting dalam hidupnya adalah tinggal bersama dengan orang-orang yang membesarkannya, yakni orang tua yang telah mengadopsinya. Karena dia tidak pernah mengenal orang tua lain selain mereka," demikian putusan pengadilan Belanda tersebut.
( amz / amz )
-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com
Berbuah Sengketa
Ibu Mata Duitan Lelang Anak di Internet
Fransiska Ari Wahyu - detikinet

Belanda - Malangnya nasib anak yang satu ini. Setelah dilelang di internet, kini hak asuhnya menjadi bahan persengketaan di pengadilan.
Adalah Dona (3), anak dari seorang wanita Belgia dan Bart Philtjens, yang juga berkebangsaan Belgia. Ayah dan ibu Dona telah berpisah. Sang ayah, Bart, telah memiliki istri yang divonis tak bisa punya anak.
Bart yang selama ini hanya mendapat sedikir kesempatan untuk bertemu sang putri sangat mendambakan Dona untuk bisa bersama dia dan istrinya. Sampai akhirnya sang ibu melakukan penawaran. Singkat kata, Dona dijual ke sang Ayah.
Setelah tawar menawar, akhirnya sang ibu setuju menyerahkan Dona yang saat itu masih bayi dan ditukar dengan uang sebesar USD 15.300 atau sekitar Rp 140 juta. Setelah proses pembayaran selesai, sang ibu mengingkari kesepakatan itu.
Bukannya diserahkan ke Bart, namun, ibu 'mata duitan' ini kembali melelang anaknya di internet dengan harapan mendapatkan uang yang lebih banyak lagi. Akhirnya, Dona 'dijual' kepada sepasang suami-istri di Belanda. Dari sinilah persengketaan perebutan hak asuh anak dimulai.
Seperti dikutip detikINET dari AFP, Jumat (9/5/2008), Bart menginginkan hak asuh atas anaknya. Pengadilan Belgia telah memutuskan Dona yang sudah berumur 2 3 tahun itu harus dikembalikan ke Belgia. Namun, putusan pengadilan Belanda berbicara lain, menurut pengadilan ini Dona adalah anak kecil yang butuh perlindungan untuk tumbuh sewajarnya. Dona yang kini berusia tiga tahun harus tetap tinggal bersama orang tua angkatnya di Belanda.
"Bagi Dona, relasi terpenting dalam hidupnya adalah tinggal bersama dengan orang-orang yang membesarkannya, yakni orang tua yang telah mengadopsinya. Karena dia tidak pernah mengenal orang tua lain selain mereka," demikian putusan pengadilan Belanda tersebut.
( amz / amz )
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga:
Klik di sini:
Informasi :
-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com


