- [TURUN HARGA] Eee PC 4G C... osie
- -... lunar1980
- Dijual HTC TYTN II - 6... Chie
- [ASK] Cool 3G Phone... ierdha
- (( Jual )) DIVX MOVIES : ... batangan
- Dorama... de.submarine
Berita Lain
- 17/05/2008 12:49 WIB
HTC P3400i, PDA Phone untuk Tingkat Pemula - 17/05/2008 11:48 WIB
Remaja Mengaku "Teracuni" Game Brutal - 17/05/2008 10:43 WIB
Bikin Bunuh Diri, Pemalsu Profil MySpace Dituntut - 16/05/2008 18:20 WIB
Konsorsium Siap Panjar Palapa Ring US$ 11,2 Juta - 16/05/2008 18:19 WIB
Polisi Lacak Pelaku Pengeboman via E-mail - 16/05/2008 16:50 WIB
Intel-Indosat Mau Susupi Wimax ke Sekolah
Indeks Berita
Selasa, 25/03/2008 20:51 WIB
BPK Investigasi Masalah KSO Telkom
Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Logo Telkom (ist)
Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tengah menginvestigasi kasus pengambilalihan kerjasama operasi (KSO) Divre IV oleh PT Telkom Tbk dari PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia (MGTI) yang diduga menimbulkan kerugian negara hingga triliunan rupiah.
Menurut penanggung jawab pemeriksaan BPK, I Made Mertha, pihaknya telah menyelesaikan pemeriksaan awal terhadap kasus pengambilalihan KSO Divre IV tersebut dan saat ini telah diserahkan langsung kepada Ketua BPK.
"Audit investigasi di Telkom belum tuntas. Nanti kalau sudah selesai pemeriksaannya pasti akan disampaikan kepada instansi yang berwenang," ujarnya pada detikINET lewat ponsel, Selasa (25/3/2008).
Pada pemeriksaan awal, menurut Made, BPK mengklaim telah menemukan indikasi awal terjadinya penyimpangan. Namun, penyidikan masih belum selesai dan tengah memasuki tahap investigasi akhir.
BPK telah memeriksa kegiatan pengadaan barang dan jasa pada Telkom untuk tahun buku 2004 sampai triwulan II 2006 berdasarkan Surat Tugas BPK-RI No. 49/ST/VII-XV.2/8/2006 tertanggal 28 Agustus 2006.
Di sela rapat dengar pendapat antara Menkominfo dengan Komisi I DPR RI, anggota Komisi Deddy Djamaluddin Malik mendesak pemerintah agar tidak mempetieskan kasus-kasus terkait kerja sama operasi Telkom di berbagai divisi regional yang menimbulkan kerugian negara atau publik.
Telkom sebelumnya bekerja sama secara operasional dengan MGTI dalam menyediakan sarana telekomunikasi. Akan tetapi dalam transaksi pengambilalihan kembali wilayah itu, Telkom dan Indosat memperebutkan wilayah itu hingga timbul sikap resistansi dari Serikat Karyawan (Sekar) Telkom.
Dalam sejumlah pengambilalihan KSO, Sekar Telkom banyak mengambil peran yang sangat besar, seperti yang terjadi di Divre IV pada akhir 2003. Sebelumnya, Sekar Divre IV Jateng-DIY juga menolak aset MGTI dijual kepada PT Alberta Communication karena berpotensi menimbulkan kerugian negara sebesar Rp1 triliun.
Menurut perhitungan Sekar, Telkom akan jauh lebih diuntungkan jika memilih alternatif buyout saham MGTI dibandingkan dengan melakukan amendemen KSO. Dalam melakukan amendemen KSO, aset PT MGTI akan beralih ke pihak ketiga Alberta Telecommunication sampai 2010. Alberta dan pemegang saham MGTI kemudian menandatangani sale and purchase agreement atas 100% saham MGTI senilai US$266 juta pada 24 September 2003.
Sementara, Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah sebelumnya telah menegaskan tak ada lagi persoalan terkait masalah KSO di Divre IV dengan MGTI.
( rou / wsh )
-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com
BPK Investigasi Masalah KSO Telkom
Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Logo Telkom (ist)
Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tengah menginvestigasi kasus pengambilalihan kerjasama operasi (KSO) Divre IV oleh PT Telkom Tbk dari PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia (MGTI) yang diduga menimbulkan kerugian negara hingga triliunan rupiah.
Menurut penanggung jawab pemeriksaan BPK, I Made Mertha, pihaknya telah menyelesaikan pemeriksaan awal terhadap kasus pengambilalihan KSO Divre IV tersebut dan saat ini telah diserahkan langsung kepada Ketua BPK.
"Audit investigasi di Telkom belum tuntas. Nanti kalau sudah selesai pemeriksaannya pasti akan disampaikan kepada instansi yang berwenang," ujarnya pada detikINET lewat ponsel, Selasa (25/3/2008).
Pada pemeriksaan awal, menurut Made, BPK mengklaim telah menemukan indikasi awal terjadinya penyimpangan. Namun, penyidikan masih belum selesai dan tengah memasuki tahap investigasi akhir.
BPK telah memeriksa kegiatan pengadaan barang dan jasa pada Telkom untuk tahun buku 2004 sampai triwulan II 2006 berdasarkan Surat Tugas BPK-RI No. 49/ST/VII-XV.2/8/2006 tertanggal 28 Agustus 2006.
Di sela rapat dengar pendapat antara Menkominfo dengan Komisi I DPR RI, anggota Komisi Deddy Djamaluddin Malik mendesak pemerintah agar tidak mempetieskan kasus-kasus terkait kerja sama operasi Telkom di berbagai divisi regional yang menimbulkan kerugian negara atau publik.
Telkom sebelumnya bekerja sama secara operasional dengan MGTI dalam menyediakan sarana telekomunikasi. Akan tetapi dalam transaksi pengambilalihan kembali wilayah itu, Telkom dan Indosat memperebutkan wilayah itu hingga timbul sikap resistansi dari Serikat Karyawan (Sekar) Telkom.
Dalam sejumlah pengambilalihan KSO, Sekar Telkom banyak mengambil peran yang sangat besar, seperti yang terjadi di Divre IV pada akhir 2003. Sebelumnya, Sekar Divre IV Jateng-DIY juga menolak aset MGTI dijual kepada PT Alberta Communication karena berpotensi menimbulkan kerugian negara sebesar Rp1 triliun.
Menurut perhitungan Sekar, Telkom akan jauh lebih diuntungkan jika memilih alternatif buyout saham MGTI dibandingkan dengan melakukan amendemen KSO. Dalam melakukan amendemen KSO, aset PT MGTI akan beralih ke pihak ketiga Alberta Telecommunication sampai 2010. Alberta dan pemegang saham MGTI kemudian menandatangani sale and purchase agreement atas 100% saham MGTI senilai US$266 juta pada 24 September 2003.
Sementara, Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah sebelumnya telah menegaskan tak ada lagi persoalan terkait masalah KSO di Divre IV dengan MGTI.
( rou / wsh )
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga:
Klik di sini:
Informasi :
-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com


